Wednesday, August 12, 2009
TIGA NASEHAT
Seorang pria berpakaian bagus keluar dari toko keramik. Ia baru saja membeli sebuah guci yang harganya sangat mahal. Ia melihat seorang kuli panggul sedang duduk di emperan toko. Ia pun mendekati lalu berkata "Maukah kamu membantuku membawa guci ini ke mobilku? tapi aku tidak membayarmu dengan uang, tapi aku akan memberimu tiga nasehat". Setelah berpikir sejenak, lelaki itu pun setuju. "Daripada nganggur" pikir lelaki itu. Lelaki itu pun memanggul guci si pria itu. Setelah sepertiga perjalanan, lelaki itu pun menagih janji si pria. "Apakah nasehat tuan yang pertama?" tanya si lelaki. Pria itu pun menjawab, "Kalau ada yang mengatakan kepada kamu kalau miskin lebih baik daripada kaya, kamu jangan percaya". Ada kekecewaan di hati si lelaki, tapi ia mencoba bersabar. "Barangkali nasehat yang kedua lebih baik" pikir lelaki itu. Ia pun melanjutkan memanggul guci. Seperdua perjalanan, ia menagih lagi. Si pria pun mengeluarkan nasehatnya yang kedua.
"Kalau ada yang mengatakan kepadamu kalau lapar lebih baik daripada kenyang, kamu jangan percaya". Si lelaki kuli panggul mulai jengkel, tapi ia masih mencoba bersabar. "Barangkali nasehat yang ketiga lebih baik"pikirnya. Beberapa langkah sebelum sampai, si lelaki meminta nasehat yang ketiga. Pria itu pun berkata enteng "kalau ada yang berkata kepadamu bodoh itu lebih baik daripada pandai, maka kamu jangan percaya". Spontan si lelaki membanting guci yang dipanggulnya ke tanah hingga hancur, lalu berkata "Kalau ada yang berkata kepada tuan kalau guci ini bisa utuh kembali, maka tuan jangan percaya".
Cerita di atas sebagai nasehat kepada kita untuk tidak memanfaatkan keadaan orang lain untuk kepentingan kita sendiri, apalagi membodohinya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment