Syifa Raihanah binti Muhammad Arik
Wednesday, October 14, 2009
Friday, September 25, 2009
Thursday, September 24, 2009
Tuesday, September 8, 2009
Wednesday, August 19, 2009
Sunday, August 16, 2009
PUASA
Puasa itu menahan diri untuk tidak makan, tidak minum, tidak merokok dan tidak nyabu.
Puasa itu belajar mengendalikan diri untuk tidak mendekati zina, tidak berpikir ngeras, tidak membuka situs porno, tidak mengintip, tidak onani/masturbasi dan sejenisnya.
Puasa itu belajar mengendalikan diri untuk tidak membentak orang, tidak menyakiti orang apalagi melukai dan membunuh orang dengan alasan yang sulit diterima akal pikiran khalayak.
Puasa itu..... belajar jujur pada diri sendiri. BETUUUL....?
TERAPI BERHENTI MEROKOK
Ramadhan sebentar lagi. Untuk rekan-rekan muslim yang perokok berat dan ingin berhenti dari kebiasaan buruk ini, bisa memanfaatkan puasa di bulan ramadhan ini sebagai terapi untuk berhenti merokok. Caranya tanamkan dulu niat dalam hati untuk berhenti merokok, lalu bulatkan tekad. Dan yang terpenting harus puasa. Usahakan makan sahur ketika mendekati waktu imsak, sehingga tidak ada waktu untuk merokok setelah makan. Jangan terlalu banyak tidur siang, usahakan ada kegiatan. Setelah berbuka, perbanyak shalat sunat atau baca qur'an sampai masuk waktu isya. Lakukan shalat tarawih dua puluh rakaat atau cari mesjid yang shalat tarawihnya agak lama, sehingga setelah selesai langsung tidur karena sangat ngantuk (shalat tarwih sampai ngantuk). Bangun makan sahur mendekati waktu imsak. Saya telah membuktikan sendiri cara ini. Empat tahun yang lalu saya seorang perokok berat (tiga bungkus sehari kretek filter 16). Alhamdulillah... sekarang saya sudah berhenti merokok, berat badan saya naik 20 kg sejak saya berhenti. Dulu 50 kg, sekarang 70 kg dengan tinggi badan 172 cm. BISMILLAH... selamat mencoba. INSYAH ALLAH... berhasil...AMIN.
Saturday, August 15, 2009
Wednesday, August 12, 2009
TIGA NASEHAT
Seorang pria berpakaian bagus keluar dari toko keramik. Ia baru saja membeli sebuah guci yang harganya sangat mahal. Ia melihat seorang kuli panggul sedang duduk di emperan toko. Ia pun mendekati lalu berkata "Maukah kamu membantuku membawa guci ini ke mobilku? tapi aku tidak membayarmu dengan uang, tapi aku akan memberimu tiga nasehat". Setelah berpikir sejenak, lelaki itu pun setuju. "Daripada nganggur" pikir lelaki itu. Lelaki itu pun memanggul guci si pria itu. Setelah sepertiga perjalanan, lelaki itu pun menagih janji si pria. "Apakah nasehat tuan yang pertama?" tanya si lelaki. Pria itu pun menjawab, "Kalau ada yang mengatakan kepada kamu kalau miskin lebih baik daripada kaya, kamu jangan percaya". Ada kekecewaan di hati si lelaki, tapi ia mencoba bersabar. "Barangkali nasehat yang kedua lebih baik" pikir lelaki itu. Ia pun melanjutkan memanggul guci. Seperdua perjalanan, ia menagih lagi. Si pria pun mengeluarkan nasehatnya yang kedua.
"Kalau ada yang mengatakan kepadamu kalau lapar lebih baik daripada kenyang, kamu jangan percaya". Si lelaki kuli panggul mulai jengkel, tapi ia masih mencoba bersabar. "Barangkali nasehat yang ketiga lebih baik"pikirnya. Beberapa langkah sebelum sampai, si lelaki meminta nasehat yang ketiga. Pria itu pun berkata enteng "kalau ada yang berkata kepadamu bodoh itu lebih baik daripada pandai, maka kamu jangan percaya". Spontan si lelaki membanting guci yang dipanggulnya ke tanah hingga hancur, lalu berkata "Kalau ada yang berkata kepada tuan kalau guci ini bisa utuh kembali, maka tuan jangan percaya".
Cerita di atas sebagai nasehat kepada kita untuk tidak memanfaatkan keadaan orang lain untuk kepentingan kita sendiri, apalagi membodohinya.
Tuesday, August 11, 2009
MAUT JODOH DAN REZKY
Maut,jodoh dan rezki. Semuanya telah ditentukan oleh Allah SWT jauh sebelum manusia dilahirkan ke dunia. Ketiganya saling terkait satu dengan yang lain. Ajal seseorang tidak akan sampai selama masih ada cadangan rezki yang belum dinikmatinya. Begitu pun dengan jodoh, seseorang tidak akan berjodoh dengan orang yang punya cadangan rezki yang melimpah (kaya) kalau ia sendiri telah ditakdirkan sebagai orang yang memiliki cadangan rezki yang sedikit. Namun yang ditentukan oleh Allah SWT adalah jumlah dan ukurannya, adapun bentuk dan jenisnya itu tergantung kita. Rezki itu ibarat voucher belanja. Limitnya telah ditentukan, namun jenis barang yang akan kita beli terserah kita. Misalkan seseorang hari ini ditakdirkan kehilangan uang, namun ia bisa menghindarinya dengan menukarnya dengan jenis rezkinya yang lain, yakni nikmat/rezki penglihatan karena mata kirinya membengkak terkena pukulan pencopet dalam mempertahankan uangnya. Begitupun sebaliknya, seseorang bisa saja merubah bentuk rezki/nikmat tertentu dengan rezki/nikmat materi. Misalnya mengganti nikmatnya tidur pulas di jam tiga dinihari dengan pergi ke pasar membeli barang untuk dijual kembali esok paginya, sehingga ia mendapat untung. Yang pasti seseorang tidak meninggal dunia selama masih ada rezkinya yang belum dinikmati. SEMAKIN BANYAK KENIKMATAN DUNIA YANG KITA RASAKAN, SEMAKIN BERKURANG CADANGAN REZKI YANG KITA PUNYA DAN SEMAKIN DEKATLAH AJAL KITA. balankboddonk.
Wednesday, July 15, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)


















